Kasus Pelanggaran Hukum

15

Hukum dibuat untuk dipatuhi, sekaligus melindungi orang yang paling ingin dilindungi. Makanya negara Indonesia lahir bersama para penegak hukum yang memberantas orang-orang keji di sekitar kita.

Kasus pelanggaran hukum ini bisa dibagi ke dalam beberapa kategori yang berbeda, dengan 3 jenis yang paling terparah dan harus mendapatkan hukuman seberat-beratnya.

Kasus tersebut meliputi pembunuhan, narkoba, dan korupsi. Di saat yang bersamaan, ketiga contoh pelanggaran hukum ini adalah jenis yang paling banyak mempengaruhi orang di sekitar.

Pembunuhan bisa mendatangkan perasaan sedih bagi keluarga dan kenalan korban. Narkoba bisa merusak bangsa, sehingga pengedarnya seringkali mendapatkan hukuman mati.

Koruptor apalagi, karena mempengaruhi seluruh rakyat di Indonesia. Sekalipun tak berdampak secara langsung, akan tetapi tindak korupsi yang dilakukan beramai-ramai akan membuat negara mengalami defisit, sehingga jatuhnya pada keadaan ekonomi negara itu sendiri.

Alhasil, bisa menyebabkan harga barang yang melambung tinggi, inflasi, dan pajak yang mencekik masyarakat dan buruh kecil.

Maka dari itulah, kasus pelanggaran hukum ini bukanlah perkara sepele yang bisa dimaafkan dengan kata-kata saja.

Harus ada yang bertindak, menghukum, dan mencegah agar kehidupan di negara kita menjadi begitu harmonis.

Adapun beberapa kategori kasus pelanggaran hukum secara lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Pelanggaran Kode Etik atau Pedoman Perilaku Hakim
  • Penyalahgunaan wewenang/jabatan
  • Pelanggaran terhadap peraturan disiplin PNS
  • Perbuatan tercela
  • Pelanggaran Hukum Acara
  • Mal Administrasi
  • Pelayanan publik yang tidak memuaskan

Apapun jenis pelanggaran hukum yang dilakukan oleh si pelaku, maka harus ditindak dan diproses berdasarkan UU terkait yang menanganinya.

Hukuman yang diberikan tergantung dari tingkatan tindak kejahatan yang dilakukan. Sang hakim sendiri tentunya tak bisa memberikan hukuman secara sembarangan, karena harus berdasarkan penyidik dan undang-undang yang mengaturnya.

Sang tersangka juga boleh menyewa pengacara sebagai bagian dari pembelaan. Sehingga semua proses dan keputusan dilakukan di pengadilan oleh hakim.

Sayangnya, sekalipun korupsi termasuk ke dalam kejahatan besar karena melibatkan kerugian seluruh rakyat Indonesia, namun sejauh ini belum ada sejarah yang mencatat hukuman mati buat mereka. Alhasil, tak ada efek jera bagi para pelakunya dan bisa saja kejadian tersebut terus berulang.

Artikel yang Direkomendasikan