MENGETAHUI STRUKTUR TANAH UNTUK MENENTUKAN JENIS ASPAL

 

Penyedia jasa Harga Aspal Hotmix Murah Cirebon dibanjiri pelanggan. Secara geografis, Cirebon merupakan kota yang terletak di daerah Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa.  Kondisi tanah di kota tersebut dibagi menjadi tiga jenis. Yaitu tanah jenis alluvial, tanah latosol, dan tanah grumusol. Tanah alluvial terbentuk dari endapan sungai, maka yang memiliki struktur tanah seperti ini yang berada di sekitar sungai. Tanah latosol merupakan hasil dari lahan gambut. Sedangkan tanah grumosol terbentuk dari pelapukan batuan kapur. Dengan mengenali ini, kontraktor akan mengetahui aspal yang sesuai untuk daerah Kota Cirebon.

Selain melihat struktur tanah, Cirebon termasuk daerah yang memiliki suhu udara cukup panas. Rata – rata sebesar 24.130 dan maksumum mencapai suhu 31.180. Serta nemiliki curah hujan kategori menengah, sebesar 2323.1 mm per tahun. Kondisi seperti itu menyebabkan konstruksi aspal mudah rusak. Ditambah lagi dengan banyaknya kendaraan bermuatan berat melewati kotatersebut. 

Banyaknya lubang di beberapa tempat dan tidak kunjung diperbaiki. Menyebabkan konstruksi jalan semakin rusak dan pengguna jalan tidak nyaman melewati jalan tersebut. Awalnya lubang yang dihasilkan kecil. Namun ketika musim hujan tiba air akan menggenang dan membuat lubang tersebut membesar. Hal ini terjadi karena cuaca dan struktur tanahnya. Terlebih lagi disebabkan oleh jenis aspal yang tidak sesuai dengan kondisi tersebut. Harga Aspal Hotmix Murah Cirebon mampu menambal dan memberikan lapisan ulang pada jalan.

Proses pengerjaannya terbilang singkat dan kualitasnya jauh lebih baik dari jenis aspal yang lain. Struktur hotmix yang fleksibel, tahan di berbagai jenis cuaca, dan jenis tanah. Sangat sesuai untuk kondisi geografis Kota Cirebon. Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, juga tersedia beberapa paket pilihan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Harga Aspal Hotmix Murah Cirebon juga menawarkan garansi berupa pengembalian dana, jika terjadi kerusakan ulang selama satu minggu. Kerusakan yang dimaksud berupa jalan yang tidak rata, bergelombang, dan aspal yang tidak rekat. Kerusakan yang tidak dapat diterima apabila terkena injakan oleh pengendara saat jalan tersebut belum kering.