Yuk Pahami Cara Kerja Otak Anak Usia Dini Beserta Tips Menstimulasinya

Yuk Pahami Cara Kerja Otak Anak Usia Dini Beserta Tips Menstimulasinya

Tahukah kamu bahwa penting bagi orang tua untuk memahami cara kerja otak anak usia dini serta cara ideal untuk menstimulasinya. Anak dengan usia dini atau dikenal dengan usia pre-schooler (usia 3 sampai 5 tahun) memiliki sekitar 77% koneksi sel otak pada bagian yang berfungsi untuk membentuk kemampuan matematik, bahasa, fokus, logika, juga memori.

Memahami cara kerja otak anak juga termasuk salah satu langkah penting dalam mendukung si kecil tumbuh cerdas dan hebat lho.

Cara kerja otak manusia sangatlah unik. Semakin banyak dipakai justru semakin berkembang volume otak, sehingga semakin tinggi potensi seseorang tumbuh menjadi cerdas.

Mengapa Cara Kerja Otak Anak Perlu Dipahami?

Perkembangan otak anak tentunya akan terus berjalan sejak ia lahir sampai dewasa kelak. Nah, tahukah kamu seberapa besar perubahan yang terjadi pada otak anak setiap tahunnya? Lalu apa saja efek dari perubahan tersebut?

Sebagian besar orang tua belum mengetahui hal ini, padahal perkembangan otak di usia dini ini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak untuk menjadi cerdas di masa mendatang.

Karena inilah orang tua harus memahami cara kerja otak anak usia dini. Dengan memahaminya, orang tua bisa mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak sejak ia berusia dini.

Perlu kamu ketahui, otak manusia tersusun oleh 100 miliar sel otak (neuron) dan 100 triliun sel pendukung (sel glia). Kedua sel ini selalu berinteraksi dan menghasilkan pikiran, pengalaman, serta kepribadian anak. Ketika si kecil mendapatkan sebuah informasi, sel-sel saraf ini berinteraksi untuk menyimpan informasi tersebut.

Bagaimana Cara Kerja Otak Anak Usia Dini?

Sungguh sempurna ciptaan Tuhan, otak manusia diciptakan dengan sangat unik. Apa sih keunikan otak manusia? Ketika otak menerima rangsangan / sering digunakan, secara otomatis sambungan sel-sel saraf terbentuk.

Semakin otak banyak dipakai, semakin banyak pula terbentuk sambungan sel-sel saraf pada otak. Perkembangan pada otak akan berlangsung cepat ketika seseorang menerima rangsangan melalui panca inderanya, contohnya yaitu ketika seseorang diajak berbicara, melakukan keterampilan, mengenali wajah baru, dan lain sebagainya.

Lantas bagaimana cara menstimulasi cara kerja otak anak usia dini? Untuk mengoptimalkan potensi anak usia dini, sebaiknya berikan ia rangsangan yang baik, contohnya yaitu bermain. Di usia dini, sebaiknya ajak anak melakukan aktivitas belajar dengan pendekatan emosional. Hal ini akan membuat anak lebih mudah mempelajari suatu hal.

Nah, setelah mengetahui / memahami cara kerja otak anak usia dini, penting juga untuk orang tua menciptakan kondisi belajar yang kondusif, tujuannya untuk membuat otak anak bekerja serta berfungsi dengan maksimal.

Pengetahuan tentang pola asuh dan cara mendidik anak dengan tepat juga tentunya harus dipelajari oleh para orang tua agar anak terdidik menjadi seseorang yang cerdas.

Artikel yang Direkomendasikan